Pengertian Transformator Dan Prinsip Kerja Transformator Terlengkap

Pengertian Transformator Dan Prinsip Kerja Transformator Terlengkap

Ilmusosial.info - kali ini akan berbagi mengenai Transformator. Apa itu yang di maksut dengan Transformator ? Sebelum kita membahas lebih jauh mengenai transformator, kita ketahui terlebih dahulu yaitu pengertian transformator. Pengertian Transformator Ialah peralatan statis yang dimana terdiri dari rangkaian magnetik dan dua jenis atau lebih belitan. Secara induksi elektromagnetik, mentransformasikan daya (arus dan tengangan) sistem AC ke sistem arus dan tegangan lain pada suatu frekuensi yang sama. Untuk pembahasan lebih lengkapnya silahkan anda simak berikut ini.



Prinsip Kerja Transformator (Trafo)
Prinsip dasar suatu transformator Ialah induksi bersama(mutual induction) antara dua rangkaian yang dihubungkan oleh fluks magnet. Dalam bentuk yang sederhana, transformator terdiri dari dua buah kumparan induksi yang secara listrik terpisah tetapi secara magnet dihubungkan oleh suatu path yang mempunyai relaktansi yang rendah.

Kedua kumparan tersebut mempunyai mutual induction yang tinggi. Jika salah satu kumparan dihubungkan dengan sumber tegangan bolak-balik, fluks bolak-balik timbul di dalam inti besi yang dihubungkan dengan kumparan yang lain.

Hal demikian menyebabkan atau menimbulkan ggl (gaya gerak listrik) induksi (sesuai dengan induksi elektromagnet) dari hukum faraday, Bila arus bolak balik mengalir pada induktor, maka akan timbul gaya gerak listrik (ggl).

Bagian-Bagian Transformator

Adapun bagian-bagian dari Transformator setidaknya terdapat 8 bagian antara lain:

1. Electromagnetic Circuit (Inti Besi).
Pengertian bagian Transformator ini Ialah sebagai media jalannya flux yang ditimbulkan dari akibat induksi arus bolak balik pada kumparan yang mengelilingi inti besi sehingga dapat menginduksi kembali ke kumparan yang lainnya.

2. Current Carying Cirucit (Winding).
Yang dimaksud Bagian transformator ini berarti belitan yang terdiri dari batang tembaga berisolasi dengan mengelilingi inti besi sehingga terdapat arus bolak-balik yang mengalir pada belitan tembaga dan juga inti besi. Hal demikian ini berdampak dengan hadirnya flux magentik.

3. Bushing.
Arti Bushing Ialah sarana penghubung antara belitan dengan jaringan luar. Ciri-ciri bagian transformator ini terdiri dari sebuah konduktor yang diselubungi oleh isolator, isolator yang berfungsi sebagai penyekat antara konduktor bushing dengan bodi maintank transformator.

4. Pendingin.
Bagian transformator ini berarti bahwa suhu pada trafo yang sedang beroperasi akan dipengaruhi oleh kualitas tegangan jaringan, rugi-rugi trafo itu sendiri dan juga pada suhu lingkungan. Diketahui bahwa suhu operasi yang tinggi dapat membuatnya rusak isolasi kertas dan trafo.

Dengan demikian, pendinginan yang efektif sangat diperlukan. Minyak isolasi trafo selain itu juga sebagai media isolasi yang memiliki fungsi sebagai pendingin.

Selain itu pada minyak bersirkulasi, panas berasal dari belitan yang akan dibawa oleh minyak akan sesuai dengan jalur sirkulasinya dan akan didinginkan pada sirip-sirip radiator.

5. Oil Preservation & Expansion (Konservator).
Saat terjadi suatu kenaikan suhu operasi pada trafo, minyak isolasi akan memuai olehnya akan bertambahnya volume. Hal itu juga terjadi sebaliknya, dimana saat penurunan suhu operasi, maka minyak juga akan menyusut dan volume minyak akan turun.

6. Minyak Transformator.
Arti minyak transformator berfungsi sebagai media isolasi, pendingin dan juga pelindung belitan dari oksidasi. Jenis-jenis minyak isolasi trafo Ialah minya mineral yang terdiri dari parafinik, napthanik dan aromatik.

7. Tap Changer
Kestabilan tegangan dalam suatu jaringan Ialah sebagai salah satu hal yang dinilai sebagai kualitas tegangan. Transformator dituntut mempunyai nilai output yang stabil. Tidak hanya itu, padabesarnya tegangan input tidak selalu sama.

Dengan mengubah banyaknya belitan pada sisi primer diharapkan dapat merubah ratio antara belitan primer dan sekunder dengan demikian tegangan output / sekunder pun dapat disesuaikan dengan kebutuhan sistem berapapun tegangan input / primernya.Penyesuaian ratio belitan ini dapat disebut Tap Changer.

8. Neutral Grounding Resistant (NGR)
Salah satu metoda pentanahan Ialah dengan menggunakan NGR. NGR Ialah sebuah tahanan yang dipasang serial dengan neutral sekunder pada transformator sebelum terhubung ke ground / tanah. Tujuan dipasang NGR Ialah untuk mengontrol besarnya arus gangguan yang mengalir sisi netral ke tanah.

Dasar Teori Transformator 

Adapun dasar teori transformator berbunyi “Apabila ada arus listrik bolak-balik yang mengalir mengelilingi suatu inti besi maka inti besi itu akan berubah menjadi magnit dan apabila magnit tersebut dikelilingi oleh suatu belitan maka pada kedua ujung belitan tersebut akan terjadi beda tegangan mengelilingi magnit, sehingga akan timbul gaya gerak listrik (GGL)”

Bagian utama transformator terletak pada dua kumparan yang keduanya dililitkan pada sebuah inti besi lunak. Kedua dari kumparan itu mempunyai jumlah lilitan yang berbeda. Kumparan yang dihubungkan dengan sumber tegangan AC disebut dengan kumparan primer, sedangkan untuk kumparan yang lainnya disebut dengan kumparan sekunder.

Demikian pembahasan dari kami mengenai Pengertian Transformator Dan Prinsip Kerja Transformator Terlengkap. Semoga bermanfaat.

0 Response to "Pengertian Transformator Dan Prinsip Kerja Transformator Terlengkap"

Posting Komentar

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel