Evaluasi Sumberdaya Lahan dan Wilayah

Evaluasi lahan berhubungan dengan penaksiran tanggapan lahan bila dipergunakan untuk tujuan tertentu. Evaluasi lahan merupakan proses penilaian daya guna sumberdaya lahan untuk berbagai alternatif penggunaan. Dalam hal ini termasuk penggunaan produktif seperti: pertanian, kehutanan, perternakan, dan bersamaan dengan penggunaan tersebut disertai pula dengan keuntungan lain, seperti: konservasi daerah aliran sungai, daerah wisata, dsb. Kerangka dasar evaluasi lahan adalah membandingkan potensi sumberdaya lahan dengan kebutuhan berbagai macam penggunaan, karena pada kenyataannya berbagai macam penggunaan membutuhkan potensi sumberdaya lahan yang berbeda.

Mengapa lahan perlu dievaluasi ?
  • Keputusan penggunaan lahan sebaiknya dengan memperhatikan alternatif penggunaan terbaik. Penggunaan lahan terbaik tersebut, termasuk mempertimbangkan kemampuan lahan untuk berproduksi dalam jangka panjang (sustainable production).
  • Proses evaluasi lahan dilakukan secara multidisiplin (lintas bidang ilmu), sehingga keputusan penggunaan lahan lebih komprehensif.

Ahli evaluasi lahan bertugas menunjukkan konsekuensi dari berbagai alternatif penggunaan lahan dan menyediakan data bagi ahli ekonomi untuk melakukan perhitungan analisis finansial.

Penggunaan lahan optimum


Satuan Lahan
  • Satuan Lahan diperlukan dalam proses evaluasi lahan.
  • Evaluasi lahan lebih sering dilakukan pada hamparan lahan yang luas, sehingga diperlukan satuan lahan yang akurat.
  • Setiap wilayah tidak sama karakteristik dan kualitas lahannya, sehingga perlu dilakukan pengelompokan lahan berdasarkan ciri-ciri yang sama atau hampir sama menjadi satuan lahan tertentu, dan dapat digunakan sebagai satuan pewakil.
  • Pengelompokan satuan lahan dilakukan berdasarkan tingkat ketelitian evaluasi yang akan dilakukan. Pengelompokan satuan lahan merupakan kunci keberhasilan dan ketelitian evaluasi yang akan dilakukan, terutama bila arealnya luas dan kondisi lahannya beragam.

Pendekatan satuan lahan
  • Pendekatan satuan lahan didasarkan pada keadaan fisik lingkungan yang dapat dibedakan pada foto udara dan mengujinya di lapang. 
  • Perbedaan sifat lahan seperti batuan dasar pembentuk lahan, bentuk lahan (landform), iklim, penggunaan lahan existing, jenis tanah, tumbuhan, dan sifat lainnya dipetakan pada waktu yang sama oleh tim yang terdiri dari berbagai disiplin ilmu. Hasilnya disajikan secara overlay dalam bentuk Peta Satuan Lahan.
  • Pembentukan satuan lahan, dimulai dari pembagian bentang alam menjadi beberapa bagian berdasarkan kesamaan ciri yang dimilikinya. Hal ini dapat dilakukan dengan baik dengan bantuan interpretasi foto udara, dan atau citra penginderaan jauh lainnya. Hasil pembagian bentang alam dikelompokkan lagi berdasarkan kesamaan cir-ciri lahan lainnya, seperti batuan dasar, lereng, jenis tanah, vegetasi, dsb. 
  • Pembagian bentang alam menjadi satuan-satuan lahan sangat tergantung pada tingkat ketelitian evaluasi yang akan dilakukan. Semakin detil evaluasi yang akan dilakukan maka keseragaman ciri lahanpun semakin banyak dan memerlukan pemetaan yang semakin detil.

Prosedur Survei Satuan Lahan
  • Survei sumberdaya alam dengan pendekatan satuan lahan memerlukan para ahli dari berbagai disiplin ilmu. 
  • Survei satuan lahan memerlukan ahli geomorfologi, geologi, pedologi, agroekologi, klimatologi, dan hidrologi. Para ahli lain meliputi agronomi, konservasi tanah, dan agroekonomi dapat bekerja terpisah dengan jadwal waktu yang berbeda. 

0 Response to "Evaluasi Sumberdaya Lahan dan Wilayah"

Post a Comment

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel