Reaksi Kerajaan di Indonesia dengan Adanya VOC

Tahun 1596 Armada Belanda yang dipimpin Cornelis De Houtman tiba di Pelabuhan Banten.Pada awalnya, kedatangan Belanda tersebut disambut baik oleh rakyat Banten. Pedagang Belanda berusaha untuk mendapatkan laba sebanyak mungkin sehingga sering terjadi persaingan antar sesama pedagang Belanda. Di Kerajaan Gowa sendiri, penetrasi yang dilakukan oleh VOC dilatarbelakangi oleh keinginan VOC memaksakan hak monopoli perdagangan di Kepulauan Maluku khususnya dan Indonesia bagian timur pada umumnya, Tindakan-tindakan yang dilakukan oleh VOC tentunya sangat merugikan berbagai kerajaan di nusantara sehingga memancing berbagai reaksi yang harus dihadapi oleh pihak VOC.Pada akhir abad ke-18, muncul lagi perlawanan rakyat Maluku di bawah pimpinan Sultan Jamaluddin, namun segera dapat ditangkap dan diasingkan ke Sailan (Sri Langka). Menjelang akhir abad ke-18 (1797) muncullah perlawanan besar rakyat Maluku di bawah pimpinan Sultan Nuku dari Tidore.Sultan Nuku berhasil merebut kembali Tidore dari tangan VOC. Akan tetapi setelah Sultan Nuku meninggal (1805), VOC dapat menguasai kembali wilayah Tidore.

Baca juga Sejarah VOC di Indonesia

Reaksi Kerajaan Mataram terhadap penetrasi VOC adalah ketika tanggal 18 Agustus 1618, kantor dagang VOC di Jepara diserbu oleh Mataram. Serbuan ini merupakan reaksi pertama yang dilakukan oleh Mataram terhadap VOC. Kerajaan Gowa dalam reaksi terhadap penetrasi VOC dipimpin oleh Sultan Hasanudin dan pertempuran besar meletus pada tahun 1666. Kondisi berbagai kerajaan di nusantara akibat penetrasi VOC adalah daerah kekuasaan semakin sempit, Selain itu kerajaan juga mengalami kerugian karena mereka harus mengganti biaya perang seperti yang dialami oleh Kerajan Mataram sebagai konsekuensi dari perjanjian yang ditanda tangani oleh Amangkurat II.Penetrasi VOC terhadap berbagai kerajaan di nusantara ternyata menguntungkan Kerajaan Banjarmasin. Banjarmasin mengalami kemajuan antara lain dengan datangnya pedagang-pedagang mengungsi kesana.

Selengkapnya di Kondisi Kerajaan Di Nusantara Akibat Penetrasi VOC

0 Response to "Reaksi Kerajaan di Indonesia dengan Adanya VOC"

Posting Komentar

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel