Proses Terjadinya Hujan

Mengapa Awan Hujan Berwarna Hitam ?
Awan terbentuk ketika udara yang dipenuhi kelembaban terangkat. Saat segumpal udara yang dipenuhi air naik, maka awan itu menyebar. Hal ini disebabkan karena di ketinggian, udara yang mengelilinginya lebih sedikit sehingga tekanan udaranya lebih kecil. Awan bergumpal (cumuliform) adalah awan tebal dengan gerakan vertikal, pada bagian atas berbentuk setengah bulatan (dome) atau seperti kubah dan bagian bawahnya rata. Bila gerakan vertikalnya sangat cepat awan ini dapat tumbuh lebih besar menjadi awan cumulunimbus yang dapat menimbulkan hujan badai atau halilintar dan membahayakan penerbangan pesawat.

Dalam awan badai, hujan terjadi ketika titik-titik air ini saling bertabrakan dan menjadi sangat berat sehingga jatuh dari awan atau ketika kristal es di puncak awan yang dingin menyatu menjadi kepingan salju, yang mencair saat jatuh ke bumi.



Menurut ilmuwan, beberapa awan badai tampak berwarna abu-abu karena beberapa alasan. Awan saat badai lebih tebal dari pada awan lainnya sehingga tidak terlalu banyak sinar matahari yang dapat menembus awan. Titik air dalam awan badai juga sudah berkembang menjadi lebih besar dari pada awan putih atau kabut.

Titik air yang lebih besar menyerap lebih banyak cahaya dari pada titik air yang lebih kecil, yang cenderung menyebarkan sinar matahari ke langit. Jadi, awan dengan titik air yang lebih besar akan tampak lebih gelap daripada awan dengan titik air yang lebih kecil.

Tetapi, tidak semua awan gelap adalah awan badai. Beberapa awan tampak gelap dengan tepian putih yang berkilau, hanya karena diterangi dari belakang oleh matahari dan cahaya tidak dapat dengan mudah menembus bagian tengahnya yang besar dan bergumpal-gumpal.

Mengapa Bisa Terjadi Hujan ?
Hujan adalah endapan air di udara yang jatuh ke permukaan bumi. Proses terjadinya hujan selalu diawali dengan terbentuknya awan, yaitu perubahan uap air di udara menjadi butir-butir air atau es karena proses kondensasi atau pengembunan.


Selalu ada uap air dalam udara dan selama musim panas jumlah uap air lebih banyak karena temperaturnya lebih tinggi. Ketika demikian banyak uap air dalam udara, sedikit penurunan temperatur dapat membuat uap air mengalami kondensasi (pengembunan) dan membentuk titik air kecil, inilah yang dikatakan udara sudah jenuh.

Bila udara amat lembab, titik-titik air ini semakin lama menjadi semakin besar dan lebih banyak kondensasi terjadi. Sampai awan tak mampu menahan beratnya sendiri dan akhirnya terbentuklah hujan yang turun ke bumi.


Mengapa Pada Siang Hari Yang Cerah Tiba-Tiba Dapat Turun Hujan Lebat ?
Pernahkah kalian megalami hujan yang terjadi secara tiba-tiba di siang hari, padahal udara saat itu sangat panas? Tahukah kalian apa penyebabnya?


Pada siang hari ketika udara cerah, terjadi pemanasan yang tinggi terhadap permukaan bumi. Akibatnya, udara mengembang dan bersama-sama uap air naik secara vertikal ke atas. Proses ini biasanya berlangsung sangat cepat. Uap air yang naik keatas mengalami pendinginan dan berubah menjadi titik-titik air (pengembunan) yang mengakibatkan turunnya hujan. Hujan seperti ini biasanya dikenal sebagai “Hujan Konveksi”. Hujan Konveksi biasanya sangat lebat, tetapi berlangsung hanya sebentar dan meliputi wilayah yang sempit

0 Response to "Proses Terjadinya Hujan"

Posting Komentar

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel