Rengasdengklok Dan Peristiwa Sekitar Proklamasi

Latar Belakang Rengasdengklok
Peristiwa Rengasdengklok sepertinya sudah terlupakan dari sejarah panjang bangsa tercinta. Tanpa peristiwa rengasdengklok, sejarah Indonesia mungkin tidak akan seperti sekarang. Kemeredekaan bisa jadi diraih dengan cara berbeda, pada tanggal yang berbeda pula. Bisa jadi, kemerdekaan Indonesia adalah hadiah dari sang penjajah, Jepang. Bisa jadi pula bangsa Indonesia hingga kini menjadi negara boneka yang harus banyak melakukan kompromi demi negara mantan penjajah. Bicara tentang Peristiwa Rengasdengklok berarti membongkar kembali memori tentang sejarah. Yang dimaksud disini tentu saja masa penjajahan jepang yang singkat namun mengerikan. Masa yang gelap itu seperti menemukan setitik cahaya diujung kegelapan tatkala Jepang akhirnya mulai menjajikan kemerdekaan.

Rengasdengklok membalik sejarah 180 derajat. Bila skenario awal tetap dijalakan Indonesia akan memproleh kemerdekaan yang sudah disiapkan bersama-sama dengan Jepang. Pembentukan BPUPKI dan PPKI merupakan rankaian dari proses tersebut. (3) Pada tanggal 6 dan 9 Agustus 1945, sebuah bom atom dijatuhkan di atas kota Hiroshima dan Nagasaki oleh Sekutu yang mulai menurunkan moral semangat tentara Jepang. Hancurnya kedua kota andalan jepang itu membuat jepang tidak berdaya dankemudian menyerah tanpa syarat kepada pasukan sekutu pada tanggal 14 agustus 1945.Menyerahnya pasukan jepang kepada pasukan sekutu mengakibatkan terjadinyakekosongan kekuasaan diwilayah Indonesia, karena pasukan sekutu yang ditugaskan untuk menerima kekuasaan atas wilayah Indonesia dari tangan jepang belum tiba diIndonesia. Sementara itu, pemerintah pendudukan jepang diwilayah Indonesia sudah tidak menjalankan tugasnya lagi sebagai penguasa wilayah Indonesia, sejak tanggal 14 agustus 1945.

Keadaan ini merupakan peluang yang sangat baik bagi bangsa Indonesia untukmemproklamasikan kemerdekaannya. Para pemuda yang telah mendengar beritatentang kekalahan pasukan jepang dari pasukan sekutu merasa kebingungan, karena para pemimpin bangsa Indonesia yang sangat diharapkan seperti bung karno dan bung hatta sedang berada di Vietnam untuk memenuhi panggilan panglima pasukan jepang untuk wilayah asia tenggara yaitu marsekal terauchi. Mereka baru kembali keIndonesia pada tanggal 15 agustus 1945 dan menemukan Indonesia tanpa memilikipemerintahan. (4)

Pada 15 Agustus pukul 8 malam, para pemuda di bawah pimpinan Chairul Saleh berkumpul di ruang belakang Laboratorium Bakteriologi yang berada di Jalan Pegangsaan Timur No. 13 Jakarta. (5) Para pemuda bersepakat bahwa kemerdekaan Indonesia adalah hak dan masalah rakyat Indonesia yang tidak bergantung kepada negara lain. Sedangkan golongan tua berpendapat bahwa kemerdekaan Indonesia harus dilaksanakan melalui revolusi secara terorganisir karena mereka menginginkan membicarakan proklamasi kemerdekaan Indonesia pada rapat PPKI tanggal 18 Agustus 1945. Lain halnya dengan pendapat dari Drs. Moh Hatta dan Mr Ahmad Subardjo. Mereka berpedapat bahwa masalah kemerdekaan Indonesia, baik datangnya dari pemerintah Jepang atau hasil perjuangan bangsa Indonesia sendiri tidak perlu dipersoalkan, justru Sekutulah yang menjadi persoalan karena mengalahan Jepang dalam Perang Pasifik dan mau merebut kembali kekuasaan wilayah Indonesia. (6)

Pada akhirnya terdapat perbedaan antara golongan tua dan golongan muda. Perbedaan pendapat tersebut mendorong golongan muda untuk membawa Soekarno (bersama Fatmawati dan Guntur yang baru berusia 9 bulan) dan Hatta ke Rengasdengklok pada dini hari 16 Agustus 1945. Tujuan dilakukannya pengasingan tersebut adalah agar Ir. Soekarno dan Drs. Moh. Hatta tidak terpengaruh oleh Jepang. Dipilihnya Rengasdengklok karena berada jauh dari jalan raya utama Jakarta-Cirebon dan di sana dapat dengan mudah mengawasi tentara Jepang yang hendak datang ke Rengasdengklok, Karawang, Jawa Barat. (7)

Di Rengasdengklok Soekarno dan Hatta menempati rumah milik warga masyarakat yang bernama Jo Ki Song keturunan Tionghoa. Golongan muda berusaha untuk menekan kedua pemimpin bangsa tersebut. Tetapi karena kedua pemimpin tersebut berwibawa yang tinggi, para pemuda merasa segan untuk mendekatinya apalagi untuk menekannya. Ir. Soekarno menyatakan bersedia untuk memproklamasikan kemerdekaan Indonesia setelah kembali ke Jakarta melalui pembicaraan dengan Sudancho Singgih. Maka Sudancho Singgih kemudian kembali ke Jakarta untuk memberi tahu pernyataan Soekarno tersebut kepada kawan-kawannya dan pemimpin pemuda. Pada saat itu juga di Jakarta golongan muda (Wikana) dan golongan tua (Ahmad Soebardjo) melakukan perundingan. Hasil perundingannya adalah bahwa Proklamasi Kemerdekaan Indonesia harus dilaksanakan di Jakarta. Selain itu, Laksamana Tadashi Maeda mengizinkan rumahnya untuk tempat perundingan dan ia bersedia untuk menjamin keselamatan para pemimpin bangsa. Akhirnya Soekarno dan Hatta dijemput dari Rengasdengklok. (8)

Perumusan Teks Proklamasi Kemerdekaan Indonesia
Setelah melalui peristiwa Rengasdengklok, akhirnya rombongan Soekarno Hatta sampai di Jakarta pada pukul 23.30 waktu jawa zaman jepang (pukul 23.00 WIB). Soekarno-Hatta setelah singgah dirumahnya masing-masing, kemudian bersama rombongan lainya menuju rumah Laksamana Maeda untuk merumuskan teks proklamasi kemerdekaan Indonesia. Laksaman Maeda adalah seorang kepala Perwakilan Angkatan Laut Jepang di Jakarta tempat Ahmad Soebardjo bekerja sebagai stafnya. Ahmad Soebardjo memohon agar para tokoh pergerakan diperbolehkan berkumpul di rumah maeda untuk membicarakan persiapan proklamasi kemerdekaan Indonesia besok pagi. Laksamana Maeda mengijinkan dan menjamin keselamatan mereka di rumahnya, Jalan Imam Bonjol No. 1 Jakarta.

Pada malam itu, Soekarno-Hatta juga menemui kepala pemerintahan umum (Sumobuco), Mayor Jenderal Nishimura untuk menjajaki sikapnya tentang rencana proklamasi kemerdekaan Indonesia. Soekarno-Hatta ditemani oleh Laksamana Maeda bersama Shigerada Nishijima, Tomegoro Yoshizumi, dan Miyoshi sebagai penerjemah. Ternayat Nishimura tidak berani mengijinkan proklamasi kemerdekaan Indonesia, karena takut disalahkan oleh sekutu. Dengan demikian proklamasi kemerdekaan Indonesia memang harus dilakukan lepas dari pengaruh jepang. (9)

Malam itu juga segera dilakukan musyawarah. Tokoh-tokoh yang hadir saat itu Ir. Soekarno, Drs. Mohhammad Hatta, Ahmad Soebardjo, dan anggota PPKI, dan para tokoh pemuda, seperti, Sukarni, Sayuti Melik, B.M. Diah, dan Sudiro (Mbah). Mereka yang mereumuskan teks proklamasi berada di ruang makan, yakni Ir. Soekarno, memegang pena dan kertas, Drs. Mohammad Hatta dan Ahmaf Soebardjo menyampaikan kalimat pertama yang berbunyi, kami bangsa indonesia dengan ini menyatakan kemerdekaan indonesia, Mohammad Hatta kemudian menyempurnakan dengan kalimat kedua yang berbunyi, hal-hal yang mengenai pemindahan kekuasaan dan lain-lain diselenggarakan dengan cara seksama dan dalam tempo yang sesingkat singkatnya.

Setelah konsep teks proklamasi itu jadi, kemudian dibawa keruang depan tempat pemimpin Indonesia lainya berkumpul untuk dimusyawarahkan. Saat itu muncul permasalahn siapa yang akan menandatangani teks proklamasi. Chaerul Saleh menyatakan tidak setuju kalu teks proklamasi itu ditandatangani oleh para anggota PPKI sebab lembaga itu menurutnya merupakan bentukan pemerintahan Jepang. Sukarni kemudian mengusulkan agar teks proklamasi di tandatangani oleh Ir. Soekarno dan Drs. Mohammad Hatta atas nama Bangsa Indonesia, dan seluruh hadirin pun setuju. (10)

Setelah itu konsep teks proklamasi diserahkan kepada Sayuti Melik untuk diketi. Sebelum diketik dilakukan sedikit perubahan yaitu pada kata “tempoh” menjadi “tempo”, kalimat wakil wakil bangsa indonesia” diubah menjadi “atas nama bangsa indonesia”. Penulisan tanggal diubah sehingga menjadi Djakarta, hari 17. Boelan 8 Tahoen 05. Tahun 05 adalah tahun Showa (Jepang), yakni, 2605 yang sama dengan tahun Masehi 1945. Setelah selesai diketik, barulah teks proklamasi ditandatangani oleh Ir. Soekarno dan Mohammad Hatta. Naskah inilah yang dianggap sebagai naskah autentik.

Pembacaan Proklamasi Kemerdekaan Indonesia
Perumusan teks proklamasi sampai dengan penandatanganan baru selesai pukul 04.00 WIB pagi hari, tanggal 17 Agustus 1945. Pada awalnya Proklamasi Kemerdekaan Indonesia akan dibacakan di Lapangan Ikada. Tetapi melihat jalan menuju ke Lapangan Ikada dijaga ketat oleh pasukan Jepang bersenjata lengkap, akhirnya pembacaan Teks Proklamasi Kemerdekaan Indonesia dilaksanakan di kediaman Ir. Soekarno yaitu di Jalan Pegangsaan Timur No. 56 Jakarta. Pada hari Jumat, 17 Agustus 1945 (pertengahan bulan Ramadhan) pukul 10.00 dibacakanlah Teks Proklamasi Kemerdekaan Indonesia oleh Soekarno dan kemudian disambung dengan pidato singkat tanpa teks. Kemudian bendera Merah Putih, yang telah dijahit oleh Ibu Fatmawati, dikibarkan, disusul dengan sambutan oleh Soewirjo, wakil walikota Jakarta saat itu dan Moewardi, pimpinan Barisan Pelopor.

Pada awalnya Trimurti diminta untuk menaikkan bendera namun ia menolak dengan alasan pengerekan bendera sebaiknya dilakukan oleh seorang prajurit. Oleh sebab itu ditunjuklah Latief Hendraningrat, seorang prajurit PETA, dibantu oleh Soehoed untuk tugas tersebut. Seorang pemudi muncul dari belakang membawa nampan berisi bendera Merah Putih (Sang Saka Merah Putih), yang dijahit oleh Fatmawati beberapa hari sebelumnya. Setelah bendera berkibar, hadirin menyanyikan lagu Indonesia Raya.[4]. Sampai saat ini, bendera pusaka tersebut masih disimpan di Museum Tugu Monumen Nasional.

Setelah upacara selesai berlangsung, kurang lebih 100 orang anggota Barisan Pelopor yang dipimpin S.Brata datang terburu-buru karena mereka tidak mengetahui perubahan tempat mendadak dari Ikada ke Pegangsaan. Mereka menuntut Soekarno mengulang pembacaan Proklamasi, namun ditolak. Akhirnya Hatta memberikan amanat singkat kepada mereka.(11)

Teks proklamasi tersebut walaupun isinya sangat singkat, mengandung makna yang sangat dalam karena mengandung pernyataan Bangsa Indonesia untuk merdeka. (12). Makna Proklamasi bagi bangsa Indonesia antara lain :
  • Dari sudut hukum, proklamasi merupakan pernyataan yang berisi keputusan bangsa Indonesia untuk menetapkan tatanan hukum nasional (Indonesia) dan menghapuskan tatanan hukum kolonial.
  • Dari sudut politik ideologis, proklamasi merupakan pernyataan bangsa Indonesia yang lepas dari penjajahan dan membentuk Negara Republik Indonesia yang bebas, merdeka, dan berdaulat penuh.
  • Proklamasi merupakan puncak perjuangan rakyat Indonesia dalam mencapai kemerdekaan.
  • Proklamasi merupakan alat hukum internasional untuk menyatakan kepada rakyat dan seluruh dunia, bahwa bangsa Indonesia mengambil nasib ke dalam tangannya sendiri untuk menggenggam seluruh hak kemerdekaan.
  • Proklamasi merupakan mercusuar yang menunjukkan jalannya sejarah,pemberi inspirasi, dan motivasi dalam perjalanan bangsa Indonesia di semua lapangan di setiap keadaan.

Dengan proklamasi kemerdekaan tersebut, maka bangsa Indonesia telah lahir sebagai bangsa dan negara yang merdeka, baik secara de facto maupun secara de jure. Teks proklamasi akan mengubah jalannya sejarah Bangsa Indonesia yang dahulu terjajah menjadi bangsa yang merdeka.

Sumber :
Mustopo dkk, Habib. 2006. SEJARAH SMA KELAS XII. Jakarta: Yudistira.
Suganda,Her.2009. RENGASDENGKLOK: Revolusi dan Peristiwa 16 Agustus 1945. Jakarta: Kompas.
Nugroho, Arifin dan Jazimah. 2011. Detik – Detik Proklamasi : Saat-saat Menegangkan Menjelang Kemerdekaan Republik. Yogyakarta: Narasi.
Soeprapto.2013.Refleksi Proklamasi vs Reformasi.Jakarta: Taman Pustaka.
Pudjatmaka, A. Hatiana, et al.1990.Ensiklopedi Nasional Indonesia.Jakarta: Cipta Adi Pustaka.

0 Response to "Rengasdengklok Dan Peristiwa Sekitar Proklamasi"

Post a Comment

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel