Kabinet Burhanuddin Harahap dan Kabinet Alisastroamidjojo

KABINET BURHANUDDIN HARAHAP (12 Agustus 1955 – 3 Maret 1956)
Setelah jatuhnya Kabinet Ali, sebagai gantinya Wakil Presiden Dr. Muh. Hatta menunjuk Mr. Burhanuddin Harahap (Masyumi) sebagai formatir kabinet. Kejadian ini baru pertama kali di Indonesia, formatir kabinet ditunjuk oleh Wakil Presiden sebagai akibat dari kepergian Soekarno naik Haji ke Mekkah. Kabinet ini terbentuk pada tanggal 11 Agustus 1955, berdasarkan Keputusan Presiden Nomor 141 Tahun 1955 tertanggal 11 Agustus 1955 dan mulai bekerja setelah dilantik tanggal 12 Agustus 1955 dengan dipimpin oleh Burhanuddin Harahap.

Kabinet Burhanuddin Harahap adalah merupakan kabinet koalisi yang terdiri atas beberapa partai, bahkan hamper merupakan Kabinet Nasional, sebab jumlah partai yang tergabung dalam koalisi kabinet ini berjumlah 13 partai. Tetapi karena masih ada beberapa partai yang sebagai oposisi tidak duduk dalam kabinet seperti PNI dan beberapa partai lainnya, maka kabinet ini termasuk kabinet koalisi.

1. Proses Awal Terbentuknya Kabinet Burhanudin
Kabinet Ali Sastroamidjojo I jatuh akibat dari pengangkatan Kolonel Bambang Utoyo yang diangkat sebagai KSAD menggantikan Jenderal Bambang Sugeng dengan pangkat Jenderal Mayor, yang diboikot Kolonel Zulkifli Lubis wakil KSAD yang merasa lebih berhak menduduki KSAD tersebut dari Bambang Utoyo yang juga invalid. Kejadian ini tanggal 27 Juni 1955 yang berakibat pelantikan Bambang utoyo gagal, Kolonel Zulkifli Lubis diskorsing sementara, tetapi akhirnya dicabut kembali.

Walaupun Kabinet Ali dapat dikatakan merupakan Kabinet yang paling lama bertahan, akhirnya pada tanggal 24 Juli 1955Ali Sastroamidjoyo mengembalikan mandatnya. Sebab yang utama adalah persoalan dalam TNI-AD sebagai lanjutan dari peristiwa 17 Oktober dan persoalan dalam TNI-AD menolak pimpinan baru yang di angkat oleh menteri pertahanan tanpa menghiraukan norma-norma yang berlaku didalam lingkungan TNI-AD. Disamping itu juga karena keadaan ekonomi yang semakin buruk dan korupsi yang mengakibatkan kepercayaan rakyat merosot .

Kejadian membuat wibawa pemerintah dalam hal ini Kabinet Ali jatuh terutama terhadap Angkatan Bersenjata khususnya Angkatan Darat. Akhirnya kabinet ini menyerahkan mandatnya kembali kepada presiden pada tanggal 24 Juli 1955. Sebagai gantinya Wakil Presiden Dr. Muh. Hatta menunjuk Mr. Burhanuddin Harahap sebagai formatir kabinet. Kejadian ini baru pertama kali di Indonesia, formatir kabinet ditunjuk oleh Wakil Presiden sebagai akibat dari kepergian Soekarno naik Haji ke Mekkah.

Hatta kemudian menunjuk Mr. Burhanudin Harahap (Masyumi) untuk membentuk kabinet. Burhanudin Harahap mendekati PNI dan menawarkan kedudukan Wakil Perdana Menteri Menteri Luar Negeri dan Menteri Pekerjaan Umum. PNI menerima tawaran ini, tetapi menuntut hak untuk menunjuk orang yang akan duduk didalamnya. Sedang formatur menghendaki agar orang-orangnya dipilih oleh formatur sendiri. Jalan buntu tak dapat dihindakan. Akhirnya Burhanuddin Harahap berhasil membentuk kabinet baru tanpa PNI. Kabinet ini terdiri dari 23 Menteri dan didominasi oleh Masyumi. (Djoened,1984 :221)

2. Program Kabinet Burhanuddin Harahap
  • Mengembalikan kewibawaan (Gezag) moril pemerintah ,kepercayaan Angkatan Darat dan Masyarakat kepada Pemerintah. 
  • Melaksanakan Pemilihan Umum menurut rencana yang sudah diitetapkan dan menyegerakan terbentuknya parlemen baru. 
  • Menyelesaikan perundang-undangan desentralisasi sedapat-dapatnya dalam tahun 1955 ini juga. 
  • Menghilangkan faktor-faktor yang menimbulkan inflasi. 
  • Memberantas korupsi. 
  • Meneruskan perjuangan mengembalikan Irian Barat ke dalam Wilayah Republik Indonesia. 
  • Memperkembangkan politik kerja sama Afrika – Asia berdasarkan politik bebas dan aktif menuju perdamaian.

3. Realisasi Program Kabinet yang berhasil dengan baik adalah
  • Penyelenggaraan pemilu pertama yang demokratis pada 29 September 1955 (memilih anggota DPR) dan 15 Desember 1955 (memilih konstituante). Terdapat 70 partai politik yang mendaftar tetapi hanya 27 partai yang lolos seleksi. Hasil seleksi ini menghasilkan empatpartai politik besar yang memperoleh suara terbanyak, yaitu PNI, NU, Masyumi, dan PKI. 
  • Perjuangan diplomasi menyelesaikan masalah Irian Barat dengan pembubaran Uni Indonesia-Belanda. 
  • Pemberantasan korupsi dengan menangkap para pejabat tinggi yang dilakukan oleh polisi militer. 
  • Terbinya hubungan antara Angkatan Darat dengan Kabinet Burhanuddin. 
  • Menyelesaikan masalah perwira 27 Juni 1955 dengan mengangkat Kolonel A.H. Nasution sebagai Kepala Staf Angkatan Darat pada tanggal 28 Oktober 1955.

Program tersebut diatas cukup praktis dan tidak terlalu banyak. Diantaranya program kabinet ini ada yang dapat dilaksanakan, tapi juga ada yang belum dapat terlaksana. Memang kita menyadari sekali bahwa kabinet ini tidak berumur panjang, hanya sekitar 6,5 bulan saja. Program yang belum terlaksana adalah Pengembalian Irian Barat ke dalam Wilayah Negara Indonesia. Usaha ini baru berhasil pada masa pemerintahan Kabinet Kerja III yaitu pada tanggal 1 Mei 1963.

4. Runtuhnya Kabinet Burhanuddin Harahap
Kabinet Burhanuddin Harahap memerintah hanya selama 5 – 6 bulan saja, tetapi banyak mendapatkan keberhasilan dan kesuksesan sebagaimana kami tuturkan di atas. Sebenarnya kabinet ini di dalam menjalankan pemerintahan kompak dan utuh, tidak ada pertentangan dan keretakan dalam tubuh kabinet. Begitu juga tidak ada pertentangan antar partai yang ikut dalam koalisi kabinet ini, tidak seperti kabinet-kabinet sebelumnya. Sebaliknya kelompok oposisi seperti PNI dan sebagainya tidak terlalu berusaha menjatuhkan kabinet. Sebenarnya kabinet ini masih berjalan baik. Hanya saja Presiden kurang merestui kabinet ini, karena yang menunjuk Burhanuddin Harahap sebagai formatir kabinet adalah drs. Muh. Hatta.

Setelah hasil pemungutan suara diumumkan dan pembagian kursi di DPR diumumkan, maka tanggal 2 Maret 1956 pukul 10.00 siang Kabinet Burhanuddin Harahap mengundurkan diri, menyerahkan mandatnya kepada Presiden, untuk dibentuk kabinet baru berdasarkan hasil pemilihan umum. Sebenarnya kabinet ini seandainya terus bekerja tidak apa-apa selagi tidak ada mosi tidak percaya dari parlemen. Tetapi secara Ethika politik demokrasi parlementer, kabinet ini dengan sukarela menyerahkan mandatnya, setelah berhasil melaksanakan Pemilu baik untuk anggota DPR maupun konstituante.

Jadi kabinet ini jatuh tidak dikarenakan keretakan di dalam tubuh kabinet, juga bukan karena dijatuhkan oleh kelompok oposisi yang mencetuskan mosi tidak percaya dari parlemen, tetapi merasa tugasnya sudah selesai. Kabinet terus bekerja sebagai Kabinet Domissioner selama 20 hari yaitu sampai terbentuknya kabinet baru yakni Kabinet Ali – Rum – Idham yang dilantik tanggal 24 Maret 1956 dan serah terima dengan Kabinet Burhanuddin Harahap tanggal 26 Maret 1956. Setelah itu Eks Perdana Menteri ataupun Menteri lagi sampai kini dalam kabinet mana pun juga dan dimana pun juga.

KABINET ALI SASTROAMIJOYO II (20 Maret 1956 – 4 Maret 1957)
Ali Sastroamidjoyo diserahi mandat untuk membentuk kabinet baru pada tanggal 20 Maret 1956. Kabinet yang terbentuk merupakan hasil koalisi 3 partai yaitu PNI, Masyumi, dan NU dengan dipimpin oleh Ali Sastroamidjoyo.

1. Awal terbentuknya Kebinet Ali II
Presiden Soekarno pada tanggal 8 Maret 1956 menunjuk Ali Sastroamidjojo untukk membentuk kabinet baru. Kabinet ini merupakan kabinet koalisi di mana ke-3 partai besar yaitu PNI, Masyumi, dan NU memegang peranan di samping beberapa partai. Kabinet baru itu secara resmi di umumkan pada tanggal 20 Maret 1956. PSI dan PKI melakukan oposisi karena kedua partai itu tidak dilibatkan dalam kabinet. Program ini disebut inii disebut Rencana Pembangunan Lima Tahun memuat program-program jangka panjang. Kabinet yang baru ini mendapat kepercayaan yang penuh dari Presiden Soekarno, yang kentara dari pidatonya di muka parlemen pada tanggal 26 Maret 1956 yang menyebut kabinet ini sebagai titik-tolak daripada periode planning dan ivestment. Namun dalam hal ini, kabinet Ali II harus menghadapi kesulitan antara lain yang terpenting adalah berkobarnya semangat anti-Cina di masyarakat. Pembatalan KMB oleh Presiden Soekarno pada tanggal 3 Mei 1956 mengakibatkan banyak pengusaha Belanda yang menjual perusahaannya kepada pengusaha Cina. Sedangkan perusahaan-perusahaan pribumi belum mampu mengambil alih perusahaan-perusahaan Belanda tersebut .

2. Program-program Kabinet Ali II
Program kabinet ini disebut Rencana Pembangunan Lima Tahun yang memuat program jangka panjang, sebagai berikut :
  • Perjuangan pengembalian Irian Barat 
  • Pembentukan daerah-daerah otonomi dan mempercepat terbentuknya anggota-anggota DPRD. 
  • Mengusahakan perbaikan nasib kaum buruh dan pegawai. 
  • Menyehatkan perimbangan keuangan negara. 
  • Mewujudkan perubahan ekonomi kolonial menjadi ekonomi nasional berdasarkan kepentingan rakyat.

Selain itu program pokoknya adalah :
  • Pembatalan KMB, 
  • Pemulihan keamanan dan ketertiban, pembangunan lima tahun, menjalankan politik luar negeri bebas aktif, 
  • Melaksanakan keputusan KAA.

3. Realisasi Program Kabinet Ali II
Mendapat dukungan penuh dari presiden dan dianggap sebagai titik tolak dari periode planning and investment, hasilnya adalah Pembatalan seluruh perjanjian KMB pada tanggal 3 Mei 1956. Kendala atau Masalah yang dihadapi :
  • Berkobarnya semangat anti Cina di masyarakat. 
  • Muncul pergolakan/kekacauan di daerah yang semakin menguat dan mengarah pada gerakan sparatisme dengan pembentukan dewan militer seperti Dewan Banteng di Sumatera Tengah, Dewan Gajah di Sumatera Utara, Dewan Garuda di Sumatra Selatan, Dewan Lambung Mangkurat di Kalimantan Selatan, dan Dewan Manguni di Sulawesi Utara. 
  • Memuncaknya krisis di berbagai daerah karena pemerintah pusat dianggap mengabaikan pembangunan di daerahnya. 
  • Pembatalan KMB oleh presiden menimbulkan masalah baru khususnya mengenai nasib modal pengusaha Belanda di Indonesia. Banyak pengusaha Belanda yang menjual perusahaannya pada orang Cina karena memang merekalah yang kuat ekonominya. Muncullah peraturan yang dapat melindungi pengusaha nasional. 
  • Timbulnya perpecahan antara Masyumi dan PNI. Masyumi menghendaki agar Ali Sastroamijoyo menyerahkan mandatnya sesuai tuntutan daerah, sedangkan PNI berpendapat bahwa mengembalikan mandat berarti meninggalkan asas demokrasi dan parlementer.

4. Runtuhya Kabinet Ali II
Banyaknya kendala-kendala dalam tubuh Kabinet Ali Sastroamijoyo II dan adanya pertentangan antara PNI dan Mayumi yang membuat Masyumi menarik para menteri-mentrinya untuk keluar dari Kabinet, membuat Ali Sastroamijoyo menjadi lemah kedudukannya. Ditambah dengan banyaknya kedaaan yang sangat kacau dalam negara, membuat Ali Sastroamijoyo menyerahkan mandatnya kepada presiden. Karena situasi negara yang kacau akibat terjadinya gerakan separatisme, konflik dalam konstituante, maka presiden menyatakan negara dalam keadaan bahaya (14 Maret 1957). Untuk mengatasi keadaan ini Presiden mengumumkan berlakunya undang-undang SOB (negara dalam keadaan bahaya) dan angkatan perang mendapat wewenang khusus untuk mengamankan negara di seluruh Indonesia. Pertentangan politik makin meluas, sehinggapembentukan kabinet baru semakin bertambah sulit. Sementara itu partai-partai masih tetap menempuh cara tawar-menawar kedudukan dalam bentuk kabinet baru.

Akhirnya atas dasar keadaan draurat itu, presiden menunjuk dirinya sendiri menjadi pembentuk kabinet. Presiden membentuk kabinet baru yang disebut Kabinet Karya dan menunjuk Ir. Djuanda sebagai Perdana Menteri.

Sumber :
Jf.tualaka.2009.Politik Sejarah Pemerintahan dan Ketatanegaraan. Jogja : Great Publisher.
Amurwani Dwi Lestariningsih.2011.Gerwani kisah tapol wanita di kamp plantungan. Jakarta: Kompas Media Nusantara.
Kurnia, Anwar dan Moh.Suryana, Sejarah SMP kelas IX, Yudisthira
Soebagijo Ilham Notodidjojo.1980. Jusuf Wibisono.karang di tengah gelombang. Gunung Agung.
Frans Seda, Daniel Dhakidae, Kees Bertens, Frans M. Parera.Simfoni.1992.Tanpa Henti: Ekonomi Politik Masyarakat Baru Indonesia.Yayasan Atma Jaya dan Penerbit PT Gramedia Widiasarana Indonesia.
Marwati Djoened Poeponegoro dan Nugroho Notosusanto.1984.Sejarah Nasional Indonesia IV. Jakarta: Balai Pustaka.
Sardriman, 2006.Sejarah 3 SMA kelas XII Program Ilmu Sosial. Bandung: Quadra.
A.B. Lapian dkk.1996.TERMINOLOGI SEJARAH 1945-1950 & 1950-1959. Jakarta: CV. Defit Prima Karya Jakarta.
Ignoring A Life Insurance Cover Could Be Fatal – Check Why Many people think that investing inside a life insurance cover is really a big burden. This info is especially to the confident people. Statistics suggest that certain in four breadwinners inside the UK doesn‘t possess a life insurance. This really is an alarming ratio like the families could be left to reside a financially unstable life in case from the breadwinner’s death. Which means almost one fourth of British families live under the chance of facing a fiscal crisis. Like a solution, the support from NHS or any other government schemes could possibly be taken. However, all government support might not be enough to the education of kids, rentals, medication for critical illness or any other basic facilities. Find here many of the myths related to purchasing a life insurance policy : Life insurance is to the man ! A survey means that 45% of British men and 38% women are insured for any life cover. Again, both the percentages are very low. Moreover, its general psyche that women who don‘t earn don‘t have the pressing need in an insurance. It was eventually observed by Cancer Research that greater than 130 women die daily because of breast cancer. With such an increasing number of girls health issues, women Shouldn‘t keep themselves with no life insurance cover. Again 1 in 3 people is prone to suffer from critical illness. This manner, life insurance cover is vital for both men and ladies. Ignoring a life insurance cover could prove fatal as your loved ones could be playing many financial burdens. Contents insurance is enough ! Contents insurance is enough ! This really is another misconception. While we calculate our car, house, laptops along with other accessories insured, we tend require granted the foremost important section of the family i. e. its members. Losing a household member particularly if one would be a breadwinner may create a sudden financial crux. Your family members should manage for money required to the daily needs. Thus, even though you have contents insurance It‘s always important and urgent to purchase yourself a life insurance cover. You never know the longer term but could certainly prepare yourself to the worse. Mortgage cover would do ! Mortgage is really a common thing inside the UK. People that possess a mortgage also needs to opt for a life cover to ensure that just in case of the accidental death, the insurer would pay leftover mortgage amount. The reality don‘t point to any such awareness inside the Brits. Consistent with statistics, nearly 50% of individuals possess a mortgage with no associated life cover. These facts and figures bring out the significance of life insurance. Whether it is an existing mortgage, a critical illness or death, a life cover helps the beneficiaries to manage the economic situation easily and comfortably. The lump sum amount received from insurer works well for paying to the funeral cost, mortgage, debts or any other family expenses. Reasons for any life insurance cover : To aid you just in case of the critical illness To aid the family in case from the breadwinner’s death To manage funeral along with other expenses For financial support towards the family inside the future For paying educational expenses from the kids For mortgage payments Who needs life insurance cover? Anybody who has got dependents Married people Newly married couples Parents with a brand new born child Every family that plans to the future A retiree having a dependent partner If have the ear of a mortgage Types of life insurance covers : There will be several types of life insurance policies inside the UK. With respect to the age, health and occupation, the life covers are categorised straight into the following types : Term insurance : This cover gives your daily life assurance for any pre-decided and specified interval of your time. When the policyholder dies within this point frame probably the beneficiaries would obtain a lump sum amount. Otherwise, the policy will lapse. Group life cover : It‘s provided included in an entire employee benefit package. This cover is for those who die while they‘re dealing with the employer. It isn‘t required the death should have happened throughout the work hours or inside the office premises. Critical illness cover : This life insurance cover is bought if a person has a specific medical condition. In case you die because of other disease or ailment probably the policy would lapse. Over-50 plans : Specially designed for those who have crossed the 50 year mark, this cover pays money that can be utilized for various financial needs from the beneficiaries. Like the policy is taken after 50, one can get higher premiums. Whole of life plan : Provides you cover for entire life. It is the greatest cover to satisfy your debts or could be left to some beloved whenever you die. Reasons why people don‘t buy life insurance cover : Insufficient awareness : If you feel that a particular illness or cancer cannot happen for you then you‘re living inside an illusion. By having an increasing risk of sickness and critical ailments, one cannot afford to believe that ‘this won’t happen to me’. This really is insufficient awareness and this type of biased optimism may come out to become fatal. A life cover works well for everybody and it is much needed by healthy individuals with dependents. Too costly : The premiums would feel nothing when compared with the price of your daily life and the quantity of damage your death can cause to your loved ones. A little monthly investment as premium would give lump sum amount just in case from the policyholder’s death. The return on investment is much higher as much as life cover is bothered. So, there isn‘t any point thinking that it must be costly. Government support is enough : Many people think that NHS along with other government schemes could be sufficient to facilitate the dependents. Well, please seek advice from the family and friends of people that have lost a beloved and that are living upon the Government’s support. You‘ll quickly realise that it help Isn‘t enough for all of the financial expenses from the family. In case your partner is affected by critical illness probably the NHS service might not be enough and thus, a private insurance is really a must. Better save than insure : A couple of us possess a mind-set of savings. With their opinion a decent level of saving can replace a life insurance cover. Savings might not be the very best idea because it takes a longer time for them to accumulate an enormous chunk of cash. Forever insurance covers, we should pay monthly or yearly premiums but the entire amount received in return is much above the premiums paid. This manner, insurance gives a lot more return of investment than savings. Considering the professionals and cons, a life insurance cover seems a lot more reliable than other method of ensuring the wellbeing from the dependents and family members. When you have not insured yourself yet then It‘s high time to obtain yourself insured to ensure that your demise might not prove fatal to the family. Therefore, don‘t ignore purchasing a life insurance cover as it may be the very best help towards the family in case of your respective permanent absence. Is not it? credit cards with cash back credit card reader credit card instant approval online apply credit card bad credit credit cards credit card selection online visa card pay with credit card credit card charges visa or mastercard credit card machine apply a credit card small business credit cards prepaid debit cards visa debit card mbna credit card credit card terminal card credit application credit card generator credit card balance credit card numbers credit card transfer credit card interest rates credit card interest gold card credit card online best rate credit cards credit card low interest visa card online online credit card how to aplly a credit card 0 interest credit cards debit card

0 Response to "Kabinet Burhanuddin Harahap dan Kabinet Alisastroamidjojo"

Posting Komentar

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel