Kerajaan Atlantis, Sejarah, Masa Kejayaan, Sistem Pemerintahan Serta Tenggelamnya

Kerajaan Atlantis, Sejarah, Masa Kejayaan, Sistem Pemerintahan Serta Tenggelamnya

Ilmusosial.info - Pada pembahasan kali ini akan mengulas lengkap tentang Sejarah Kerajaan Atlantis, Taukah anda tentang sejarah kerajaan atlantis ? Jika anda belum mengetahuinya di pembahasan ini akan mengulas tentang Sejarah, Kerajaan Atlantis, Sejarah, Masa Kejayaan, Sistem Pemerintahan Serta Tenggelamnya. Untuk pembahasan lebih lengkapnya silahkan anda simak berikut ini.

Kerajaan Atlantis, Sejarah, Masa Kejayaan, Sistem Pemerintahan Serta Tenggelamnya

Sejarah Kerajaan Atlantis
Plato adalah merupakan seorang murid dari Socrates, filosof yang memiliki sifat arif dan bijaksana. Plato meninggal dunia dikarenakan diberi racun oleh penguasa Athena yang zalim pada tahun 399 SM. Saat masa hidupnya, Plato sering kali melakukan perjalanan, termasuk perjalanannya ke Mesir. Tahun 387 SM, Plato juga mendirikan Academy yang terletak di Athena. Academy adalah sebuah sekolah yang di dalamnya mengajarkan ilmu pengetahuan dan filsafat, yang pada saat ini dijadikan model untuk universitas modern. Murid yang terkenal dari Academy tersebut ialah Aristoteles, yang ajaran filsafatnya mempunyai pengaruh yang luar biasa terhadap seluruh dunia.

Academy ini juga menyelamatkan karya-karya Plato yaitu berupa karya tulis yang berbentuk surat-surat dan juga dialog-dialog. Salah satu karya yang terkenal adalah Republic. Karya tulisnya bukan hanya mencakup subjek tentang ilmu pengetahuan, akan tetapi juga mencakup politik sampai ilmu alam. Dari banyaknya dialog yang dia dibuat, dua diantaranya itu adalah Timeus dan Critias memuat satu-satunya referensi asli tentang Pulau Atlantis.

Dalam Timeus dan Cristias menyebutkan bahwa “Poseidon mengukir gunung tempat kekasihnya tinggal menjadi istana dan menutupnya dengan tiga parit bundar yang lebarnya meningkat, bervariasi dari satu sampai tiga stadia yang terpisah oleh cincin tanah yang besarnya sebanding. Bangsa Atlantis lalu membangun jembatan dari pegunungan ke arah utara, membuat rute menuju sisa pulau.

Mereka menggali kanal besar ke laut, dan di samping jembatan, dibuatlah gua menuju cincin batu sehingga kapal bisa lewat dan masuk ke dalam kota di sekitar pegunungan; mereka membuat dermaga dari tembok batu parit. Setiap jalan masuk ke kota dijaga oleh gerbang dan menara, dan tembok mengelilingi setiap cincin kota. Tembok didirikan dari batu merah, putih, dan hitam yang berasal dari parit, yanga dilapisi oleh kuningan, timah, dan orichalcum (perunggu atau kuningan).”

Lokasi Kerajaan Atlantis

Lokasi kerajaan Atlantis juga masih menjadi misteri, dikarenakan belum ada yang bisa membuktikan lokasi tepatnya. Plato menyebutkan bahwa kerajaan Atlantis ialah terbentang dari tambang tembaga di Michigan, sebelah atas Amerika Utara dan Pantai Meksiko serta Kolumbia sampai pada Iberia dan Italia. Kerajaan Atlantis melintasi Afrika Utara hingga sampai ke perbatasan Mesir. Hal ini yang menjadikan Kerajaan Atlantis bisa mencakup lebih banyak wilayah dan bangsa daripada masa imperialisme Romawi. Luas wilayah ini bertahan hingga bangkitnya Kerajaan Inggris.

Masa Kejayaan Kerajaan Atlantis

Mitologi ialah menggambarkan adanya sebuah daratan raksasa di atas Samudera Atlantik dengan diikuti peradabannya. Di atas daratan tersebut terdapat istana yang dikelilingi oleh tembok emas dan berpagar perak. Pelabuhan dan kapal itu juga dilengkapi dengan berbagai peralatan. Didalamnya juga ada benda yang bisa membawa manusia untuk bisa terbang. Tanah Atlantis juga banyak menghasilkan emas dan juga perak yang melimpah.

Di puncak kejayaannya, Atlantis mempunyai angkatan bersenjata yang sangat kuat untuk melindungi kerajaan yang mempunyai cakupan wilayah yang luas. Atlantis mempunyai sekitar 79.600 prajurit bersenjata, termasuk 7.200 Hoplites (prajurit infantri bersenjata berat). Pasukan lain yang juga dimiliki adalah pemanah dan pengumban, yang didukung oleh tambahan 33.600 orang pengumban serta pelempar lembing. Untuk transportasi, Atlantis didukung 10.000 kereta tempur. Kereta ini cukup istimewa dikarenakan  masing-masing kereta dikemudikan oleh seorang pejuang yang membawa perisai ringan.

Kekuatan Atlantis terletak pada kelautannya yang saat itu adalah  merupakan kelautan yang paling kuat di dunia purbakala. Hal ini dibuktikan dengan banyaknya personil angkatan laut yang dimiliki, yaitu berjumlah 14.400 orang marinir, pelaut, pembuat dan tukang reparasi kapal, serta kuli bongkar muat kapal yang melayani 1.200 kapal.

Sejarah kerajaan Atlantis menunjukkan pada puncak kejayaannya mempunyai jumlah penduduk sekitar 1.034.800 jiwa. Angka ini diambil dari asumsi bahwa di Atlantis terdiri dari lima jenis pekerjaan, yaitu prajurit atau pasukan militer, petani, pelaut, pengrajin, dan pedagang yang masing-masing mempunyai tiga wanita, tiga anak, dan dua orang yang lebih tua untuk setiap pejuang. Akan tetapi perhitungan ini belum termasuk penduduk kerajaan-kerajaan yang menjadi sekutunya, atau koloni yang berada di bawah kekuasaan Atlantis.

Sistem Pemerintahan Kerajaan Atlantis

Sistem pemerintahan kerajaan Atlantis bersifat otoriter dan bukan totaliter. Kerajaan Atlantis dipimpin oleh sepuluh raja yang keseluruhannya adalah merupakan keturunan langsung dari Dewa Laut atau disebut dengan Poseidon yang juga berperan sebagai pendiri peradaban Atlantis. Sepuluh raja ini yang menjalankan komando penuh atas kota-kota dan juga wilayah-wilayah kerajaan Atlantis.

Penggunaan kekuasaan diterapkan sangat ketat di dalam hukum Poisedon. Dalam hukum Poisedon , masing-masing raja dituntut agar menundukkan dirinya kepada penilaian penguasa-penguasa lain atas keluhan apapun yang diajukan terhadapnya. Pada hukum Poisedon juga mengekang para raja agar berperang satu sama lain, melainkan para raja harus menjunjung tinggi persatuan apabila diantaranya diserang oleh pihak lain.

Kepala rumah pada kerajaan Atlantis berfungsi sebagai kaisar. Kaisar mempunyai hak istimewa, di mana setiap keputusannya bersifat final. Dalam hukum Poisedon dinyatakan bahwa para wali dituntut agar memerintah dengan hikmah dan penguasaan diri. Siapa saja yang menyimpang dari hukum akan dituduh bersumpah palsu dan melanggar sumpah. Pelaku pelanggaran-pelanggaran utama akan dijatuhi hukuman keras.

Tenggelamnya Atlantis

Di suatu masa, kerajaan Atlantis akan melancarkan serangan ke Athena. Namun tiba-tiba Atlantis dilanda bencana. Bencana yang datang berupa meletusnya gunung berapi, gempa, mencairnya es, dan banjir. Bencana ini mengakibatkan sebagian permukaan bumi tenggelam. Hal ini yang menjadikan pula Atlantis hilang dan tenggelam ke dasar laut dalam sekejap.

Misteri Kerajaan Atlantis

Sampai dengan sekarang, kebenaran peradaban Atlantis masih dipertanyakan. Berbagai penelitian telah dilakukan agar membuktikkan hal ini. Salah satu penelitian yang cukup menghebohkan adalah penelitian yang dilakukan oleh Arsyo Santos.

Arsyo Santos adalah merupakan ilmuwan yang berasal dari Brazil. Penelitiannya telah dilakukan selama 30 tahun. Penelitiannya ditulis pada buku “Atlantis, The Lost Continent Finally Found, The Definitifve Localization of Plato’s Lost Civilization“. Hasil penelitiannya mengungkapkan 33 perbandingan, seperti luas wilayah, cuaca, kekayaan alam, gunung berapi, dan cara bertani yang menurutnya bahwa Atlantis adalah Indonesia.

Selain itu, Santos juga mengungkapkan bahwa sistem terasering yang digunakan dalam sistem pertanian di Indonesia adalah bentuk yang diadopsi oleh Candi Borobudur di Indonesia, Piramida di Mesir, dan bangunan kuno Aztec di Meksiko. Agar lokasi Atlantis, Santos meyakini bahwa Atlantis adalah merupakan benua yang membentang dari bagian selatan India, Sri Lanka, Sumatera, Jawa, Kalimantan, sampai ke arah timur dengan Indonesia (sekarang) sebagai pusatnya.

Hal yang cukup mendukung pernyataan bahwa Atlantis adalah Indonesia yaitu di wilayah Indonesia mempunyai puluhan gunung berapi yang aktif dan dikelilingi oleh samudera yaitu Samudera Hindia dan Samudera Pasifik. Kenyataan ini sesuai dengan yang digambarkan oleh Plato bahwa Atlantis merupakan benua yang hilang akibat letusan gunung berapi yang secara bersamaan meletus. Meletusnya banyak gunung api yang sebagian besar terletak di wilayah Indonesia, menjadikan Atlantis tenggelam dan dikelilingi air dari es yang mencair. Sebab pada zaman dahulu, sebagian besar dunia masih tertutupi oleh lapisan-lapisan es.

Demikian pembahasan tentang Kerajaan Atlantis, Sejarah, Masa Kejayaan, Sistem Pemerintahan Serta Tenggelamnya Paling Lengkap. Semoga bermanfaat, sekian dan terimakasih.

0 Response to "Kerajaan Atlantis, Sejarah, Masa Kejayaan, Sistem Pemerintahan Serta Tenggelamnya"

Posting Komentar

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel