Sejarah Asia Selatan dari Hindu Buddha sampai Islamisasi

India dalam bahasa Yunani adalah Indoi (bangsa-bangsa yang mendiami daerah yang digenangi sungai Indus atau Sindhu). Keadaan alam di India telah membuat India menjadi empat kawasan yang mempunyai cirri-ciri yang khas. Empat mandala tersebut meliputi Punjab, yaitu lima daerah aliran sungai. Yang kedua lembah sungai gangga, yaitu suatu pusat peradaban Hindhu karena daerah ini merupakan daerah yang subur. Mandala selanjutnya adalah Deccan. Deccan ini terletak di dataran tinggi, daerah ini punya temperatur panas dan dingin yang sangat tajam, sehingga dengan keadaan yang seperti ini membuat masyarakatnya mempunyai watak yang keras. Dan mandala yang terakhir adalah Tamil, tamil merupakan daerah pertanian. Daerah ini dijadikan sebagai tanah pertanian karena daerah ini sangat subur dan perairannya pun tercukupi. Ciri masyarakatnya tidak suka berperang dan cinta damai. Menurut Eickstedt bangsa asli dari India adalah bangsa Dravida, sedangkan bangsa pendatangnya adalah bangsa Arya (bangsa asli Timur Tengah). Bangsa Dravida mempunyai ciri-ciri kulit hitam, pendek, pesek, kriting, warna bola mata coklat. Walaupun demikian bangsa Dravida mempunyai kemajuan diberbagi bidang dibandingkan dengan bangsa Arya. Diantaranya adalah kemajuan dalam sistem irigasi dan tingkat pengetahuannya yang tinggi dalam perbintangan. Diketahui bahwa kepercayaan dari bangsa Dravida adalah mempunyai budaya pertapaan dengan menyiksa diri. Sebaliknya, karakteristik dari bangsa Arya adalah masyarakatnya suka berperang dan kehidupannya berpindah-pindah, hal ini dikarenakan daerahnya yang panas. Dari segi fisik, bangsa Arya dapat dicirikan dengan kulitnya yang putih, berbadan tinggi, dan mancung.

Di india klasifikasi suatu masyarakat terdapat dalam suatu sistem kasta atau catur varna. Sistem kasta ini didasarkan atas perbedaan warna kulit. Berikut tingkatan kasta dari yang tertinggi sampai yang terendah, yaitu, Brahmana (para pemikir), Ksatria (raja, tentara, pejabat), Waisya (pedagang), dan Sudra (rakyat jelata).

Lembah Punjab merupakan pendukung dari kebudayaan Harrapa dan Mahenjodaro. Menurut R.D Banerji penemu dari kota kuno di lembah sungai Indus ini, menjelaskan bahwa kotanya sangat tertata dengan rapi,, masyarakatnya cinta damai dan tidak suka berperang. Diduga faktor dari keruntuhan peradaban lembah sungai Indus ini adalah kekeringan, bencana alam, wabah penyakit, dan kemungkinan adanya serangan dari luar, yaitu bangsa Arya sendiri.

Kebudayaan selanjutnya adalah kebudayaan lembah sungai gangga (lembah doab) yang berarti dua aliran sungai. Jenis peninggalan kebudayaan lembah sungai gangga diantaranya adalah kapak genggam, biara budha, dan mata uang dari besi. Pada kebudayaan India Tengah tertua dan megalitikum India Selatan sistem administrasinya sangat kuat. Banyak hasil kebudayaan pada India Tengah Tertua, diantaranya adalah kapak batu, kapak genggam, dll. Sedangkan hasil kebudayaan megalitikum diantaranya adalah dolmen, menhir, sarkofagus, dll.

Di dalam kebudayaan Arya pada masa Veda, nyanyian pujaan diturunkan dalam tiga perubahan, yaitu Reg-Veda, Sama Veda, Yajur Veda, dan Arthava Veda. Dari Reg-Veda kita dapat mengetahui kebiasaan bangsa Arya, diantaranya adalah gemar lomba perang, tari-tarian bersifat kegembiraan, dan sistem masyarakatnya masih menggunakan sistem pedesaan. Jika masuk pada masa Asyoka. Peristiwa penting pada masa ini saat memerintah di Magadha adalah munculnya dua kerajaan yang memberontak, yaitu Magadha dan Kosola.

Sejarah peradaban islam di Asia Selatan, dimulai dengan adanya interaksi antara India dengan Arab. Islam diterima baik oleh kaum sudra dan waisya. Hal ini dikarenakan islam tidak mengenal kasta. Pusat penyebarannya meliputi India, Pakistan, dan Bangladesh yang kemudian berkembang berbagi kebudayaan. Dalam penyebarannya jelas mengalami kesulitan. Hal ini dikarenakan dominasi kultural yang kebanyakan masyarakat India beragama hindhu. Namun dengan berjalannya waktu, islam mampu menyaingi kebudayaan lain.

Di India pernah terjadi pertempuran antara Inggris dengan Perancis. Pertempuran ini dimenangkan oleh Inggris. Kemudian sejak itu India berada dibawah kekuasaan Inggris. Puncak perlawanan Islam terhadap Inggris terjadi pada tahun 1857. Perlawanan itu muncul karena Inggris tidak menyertakan Islam pada parlemen, sehingga islam merasa tersinggirkan dengan adanya Inggris yang merangkul Hindhu.

Pakistan sebagian besar penduduknya beragama islam. Islam sangat mempengaruhi bidang politik dan agama di Pakistan. Seperti halnya, memperbolehkan para ulama masuk dalam legislatif. Namun, setelah Inggris memberi kemerdekaan Pakistan, ada suatu permasalahan dimana penduduk Pakistan Timur merasa dieksploitasi Pakistan Barat.

Proses islamisasi di Asia Selatan melalui tiga gelombang. Yang pertama Ummayah (711 M), yaitu pada masa Ibnu Kasim, seorang penguasa Irak. Gelombang yang kedua adalah Bani Abasyiah. Pada masa ini kekuasaan Bagdag tidak lagi kuat. Proses islamisasinya tidak secara langsung tapi melalui kultur sosial budaya. Dan yang terakhir kekuasaan Gazna.

Di India kerajaan tertua adalah Kerajaan Gupta dan Harsa. Masa keemasan dunia terjadi pada masa raja Sri Gupta. Yaitu terjadi peningkatan dalam ilmu pengetahuan, filsafat, matematika dan sebagainya. Raja Gupta yang pertama adalah Chandragupta 1 (320-335 M). Chandragupta 1 merupakan pendiri dari dinasti Gupta. Ibukota Chandragupta ini ada di Pataligupta. Raja Gupta yang kedua adalah Samudra Gupta (335-376 M). Samudra Gupta terkenal dengan penaklukan senjata anginnya.. Raja Gupta yang ketiga adalah Chandragupta II, yang merupakan putra dari Samudra Gupta. Pada masa Chandragupta II ibukotanya pindah ke Ayudya.Chandragupta II merupakan masa yang paling makmur. Hal ini dibuktikan dengan adanya kemajuan di bidang kesenian, pemahatan, dan pendirian candi-candi.

Pada abad ke-7 Harsa menjalankan Syati. Harsa selalu berkeliling mengamati rakyat secara langsung. Agama yang dianut pada masa ini adalah budha Mahayana, agamanya sangat toleran terhadap agama lain. Pada masa ini terjadi kekacauan yang kemudian memudahkan islam untuk masuk.

0 Response to "Sejarah Asia Selatan dari Hindu Buddha sampai Islamisasi"

Posting Komentar

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel