Perkembangan Sejarah Asia Selatan

Letak geografis
Secara geografis india terletak di pulau Asia letak geografis India dapat dikatakan sebagai berikut yaitu bagian sebelah utara kawasan ini dibatasi oleh dinding Himalaya yang membentang sejak dari Afganistan hingga Assam di sebelah timur yang menjangkau 2500 km.

Terdapat dua bangsa yang sangat terkenal di India yaitu yang pertama adalah Bangsa Dravida yang merupakan bangsa asli dari India, banyak ciri-ciri yang terdapat pada bangsa Dravida yaitu bangsa Dravida merupakan penduduk asli India, ciri fisiknya berkulit hitam, pesek, berambut pendek kriting. Namun di balik itu semua bangsa Dravida mempunyai kemajuan di berbagai bidang yaitu memiliki tingkat pengetahuan yang tinggi dalam bidang matematika dan mengenal tulisan dalam bentuk naskah. Yang kedua adalah bangsa Arya yang menurut penelitian merupakan bangsa dari Turki bangsa Arya merupakan bangsa yang suka berperang sehingga mampu merebut India dari bangsa Dravida.

Terdapat dua kebudayaan dalam India yang sangat terkenal yaitu kebudaaan lembah sungai Indus dan kebudayaan lembah sungai Gangga. Yang dimaksud lembah sungai Gangga yaitu daerah yang berada di antara dua sungai Yamuna hingga Gangga dan dikenal pula daerah tersebut dengan nama lembah doab yang berarti dua aliran sungai.

Ada juga sistem kasta dalam kepercayaan bangsa Asia Selatan yang sudah lama di anut mereka dalam kehidupan sehari-hari menurut sejarah sistem kasta di bawa oleh orang orang di luar bangsa Dravida yang ingin menjatuhkan mereka hanya karena fisik mereka yang menurut bangsa Arya menjijikan akhirnya di buatlah sebuah sistem kasta yang sangat menguntungkan bangsa Arya itu sendiri. Sistem kasta ini di bagi menjadi empat yaituyang pertama adalah Brahmana yaitu mereka yang mempunyai kecerdasan tinggi yang mampu untuk mengajarkan agama kepada pengikutnya, yang kedua adalah kasta Ksatria yaitu mereka yang memiliki sikap kepemimpinan yang jujur tangkas dan mampu mengatur masyarakatnya, yang ketiga adalah kasta Waisya yaitu mereka yang mempunyai keahlian dalam berbisnis dan menjadi pengerak ekonomi dalam masyarakat, yang terakhir adalah kasta Sudra kasta ini merupakan yang terendah dari kasta lainya.

Asia Selatan mempunyai hubungan dengan peradaban barat yang pertama adalah hubungan dengan Bangsa Persia, telah diketahui bahwa orang orang Lembah Punjab yang merupakan pendukung kebudayaan Harappa dan Mohejondaro pada umumnya tidak dipandang sebagai bangsa India oleh orang orang dari masyarakat Arya, namun orang orang non Arya menjalin hubungan dengan orang persia dalam kehidupanya.

Yang paling terkenal adalah penyerbuan dari pasukan Iskandar Muda yang pada tahun 334 sm setelah mengembara ke Mesir pasukan akan menaklukan Persia setelah melakukan perjalananya maka sampailah pasukan pada sebuah tempat terjadi perang yang sangat bersejarah Iskandar merebut sebuah perbentengan pegunungan. Dalam pengembaraan selanjutnya pasukan Iskandar berhubungan dengan Ambhi untuk menguasaidua jagad. Kemusnahan kekuasaan ini lebih dari akibat ulah dari Chandragupta. Setelah lengsernya kekuasaan Iskandar maka banya bermunculan nama maupun kerajaan yang terkenal di Asia Selatan misalnya kerajaan Magadha kerajaan ini terpandang ketika berada di bawah kekuasaan Bimbisara. Padasaat terjadi penyerbuan Iskandar Magadha berada di bawah kekuasaan raja Nandha yang pada saat itu pemerintahan sangat di pandang. Sampai akhirnya kerajaan Magadha pada tahun 273 sm berada pada kekuasaan Asyoka yang didapatkan dari ayahnya yang bernama Bindusara. Informaso yang di dapatkan dari masa Asyoka lebih banyak dari pada raja raja sebelumnya, Asyoa dikenal sebagai raja yang kejam dia sangat berambisi untuk mempersatukan India di bawah kekuasaanya dan sangat senang berperang hingga pada suatu saat dia berubah karena pengaruh seorang pendeta agama Budha, Asyoka telah berjanji untuk tidak lagi kejam kepada rakyat dia berubah menjadi seorang raja yangbaik hati terhadap rakyatnya dengan segala kebijakan yang sangat menguntungkan rakyat.

Masuknya Islam ke Asia Selatan terjadi dalam empat preode penyebaran, yang pertama pada masa Nabi Muhammad, Dinasti Umayyah, Dinasti Ghaznawi, dan Dinasti Ghuri.Ekspansi yang dilakukan oleh ummat Islam sampi dilakukan sebanyak empat kali ke Asia Selatan ini membuktikan bahwa ummat Islam mempunyai keinginan yang besar dan kegigihan dalam mensyiarkan ajaran Islam tampa mengenal lelah. Sehingga ummat Islam takkan pernah berhenti memacu semangat agar Islam bisa tersebar keseluruh penjuru.

Kedatangan Islam ke Asia Selatan memang tidak dihadapkan pada masyarakat yang kolot, akan tetapai masyarakat disana sudah maju dan berperadaban. Sehingga Islam yang datang ke Asia Selatan ini bukanlah kekuatan pertama yang bisa mengisi keadaan masyarakatnya. Masyarakat waktu itu sudah terwarnai dalam peradaban pertanian, perekonomian, dan keagamaan yang telah sejak lama terorganisir. Akan tetapi selama Islam menginjak kakinya di kawasan itu bukanlah hal yang sia-sia. Keberadaannya selama lebih kurang tiga abad lamanya menjadi alasan yang sangat rasional jika dapat mewarnai dan memberikan kontribusi kebudayaan disana.

Sejak zaman Nabi Muhammad perdagangan di Asia Selatan telah terhubung dengan secara internasional, karena saat itu tepatnya di India telah mempunyai pelabuhan-pelabuhan besar sehingga pelabuhan-pelabuhan ini menjadi tepat bersinggah dan tujuan para pedagang Timur Tengah, khusunya Arab Muslim. Sehingga mau tidak mau penyebaran Islam tak terhindarkan oleh orang-orang India. Karena selain berdagang, Muslim Arab juga berdakwah dan mensyiarkan ajaran Islam. Nah, dari tersyiarnya Islam ke Asia Selatan membuat Cheraman Perumal seorang raja Kadangngalur dari pantai Malabar terobsesi untuk memeluk Islam. Bahkan ia menemui Nabi untuk menyatakan keislamannya. Setelah ia memeluk Islam namanya di ganti menjadi Tajuddin. Kemudian inilah yang disebut-sebut dalam sejarah awal masuknya Islam ke Asia Selatan (India)

Kemudian pada masa kepeminpinan Umar Ibnu al-Khattob, Mughirah berusaha menaklukkan Sin (India) namun usahanya gagal antara tahun 643-644 M. dan Pada zaman Utsman bin Affan dan Ali bin Abi Thalib dikirimlah utusan untuk mempelajari adat istiadat dan berwisata menuju Asia Selatan (India).

Pada masa Mu’awiyah I-pun demikian, ternyata India menjadi tujuan ekspansi yang mengiurkan bagi Muslimin Arab waktu itu. Sejumlah angakatan perang yang dipinpin oleh al-Muhallab diberitakan telah melewati Kabul dan sampai ke Multan, dan diikuti pula oleh Ziad dan Abbas, puteranya. Akan tetapi mereka tidak sampai ke India. Disebutkan pula bahwa Hajjaj ibn Yusuf menjabat gubernur di wilayah Timur, yaitu pada masa Abdul Malik (685-705 M).

Pada suatu ketika ada pemberontakan pada Muslim di India, tepatnya di kekuasaan raja Dahir, sehingga memaksa Khalifah al-Walid untuk mengirimkan Muhammad ibn Qasim guna meminpin pasukan perang. Sehingga dengan jenjang waktu empat tahun lamanya pada akhirnya Sind dan Punjab dapat ditaklukkan dan dikuasai. Kemudian Bin Qasim menjadi , akan tetapi riwayatnya berakhir tragis akibat pergulatan politik antara Hajjaj dan Sulaiman. Kemudian diganti Yazid al-Suluki yang hanya menjabat selama 18 hari karena

0 Response to "Perkembangan Sejarah Asia Selatan"

Posting Komentar

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel