Dinasti Han

Dinasti Han
Salah satu zaman kejayaan sejarah Cina adalah pada dinasti Han yang berhasil mencapai kesatuan politik dan kebudayaan. Dinasti Han terbagi menjadi 2 masa yaitu

a. Han Barat
Dinasti Han didirikan oleh Liu Pang (26-195 SM) setelah runtuhnya dinasti Ch’in dan berganti nama menjadi Han Kao Tsu. Belajar dari keruntuhan Dinasti Chi’in yang runtuh dikarenakan kurangnya dukungan dari pemerintah daerah maka ia banyak mengangkat teman seperjuangan guna menempati jabatan kepala daerah.

Han Kao Tsu meninggal pada 195 SM digantikan oleh Hui Ti (195-188 SM). Han Kao Tsu meninggal tanpa putra, namun anak angkatnya Liu Pang yang masih kecil dinobatkan menjadi kaisar dengan Lu Hou (bekas permaisuri Han Kao Tsu) sebagai walinya. Lu Hou berusaha menjatuhkan pemerintahan Lu Hou dengan mengganti pejabat tinggi dengan menempatkan keluarga Lu Hou. Namun sampai Lu Hou meninggal kenyataannya keluarga Liu Pang masih kuat. Setelah Lu Hou meninggal pada 180 SM keluarga Liu Pang merebut kembali kekuasaannya dan datanglah Han Wen Ti (180-156 SM). Han Wen Ti seorang Kaisar yang Bijaksana. Filosofi pemerintahannya didasarkan pada ajaran Lao Tze.

Kaisar terbesar dinasti Han adalah Han Wu Ti (140-87 SM) han Wu Ti memajukan negerinya baik ke dalam maupun keluar. Pengangkata pegawai menggunakan pemilihan dan sebagian pembesar – pembesar setempat. Ia juga melakukan penyingkiran system feodalisme. Pada masa pemerintahan Han Wu Ti ini sering terjadi gangguan dari bangsa barbar atau Hsiung Nu). Ia mengurangi serangan tersebut dengan melakukan persekutuan dengan Jueh Chih dan mendirikan pusat pertahanan di Bokhara.

Han Wu Ti juga pernah melakukan perluasan kekuasaan yakni sampai ke daerah Turkistan. Han Wu Ti sangat tertarik dengan kuda sampai ia menyerang Ferguna yang merupakan daerah penghasil kuda yang nantinya digunakan untuk menyerang Hsiung Nu. Han Wu Ti menempatkan pasukan – pasukannya untuk menjaga keamanan di jalur sutera, karena banyak pedagang yang lewat jalan tersebut. Han Wu Ti meninggal pada 87 SM setelah terjadi perpecahan dimana permaisuri – permaisuri memberi kekuasaan pemerintah kepada keluarga mereka. Diteruskan oleh Wang Mang, Wang Mang berusaha mengadakan perubahan politik dan social namun perubahan – perubahan tersebut kemudian mendapat perlawanan dari pihak – pihak dan timbul kekacauan. Akhir 23 M timbul pemberontakan yang berhasil menghancurkan Chang An dan membunuh Wang Mang. Dengan demikian berakhirlah Dinasti Hsin dan muncul kembali Dinasti Han.

b. Han Timur
Dinasti Han Timur berlangsung dari 8 - 220 SM, raja pertama yaitu Kuang Wu Ti. Kuang Wu Ti pernah melakukan penghapusan pembaharuan – pembaharuan yang dilakukan Wang Mang dan juga memajukan pendidikan terutama ajaran Kung Fu Tze. Kuang Wu Ti sangat berpengaruh di Cina, bahkan pengaruhnya sampai ke Jepang, terbukti dengan datangnya utusan dari Jepang untuk menyerahkan upeti kepada kaisar pada 57M.

Kaisar Kuang Wu Ti meninggal , digantikan oleh Kaisar Ming Ti (58-75 M). namanya terkenal salam sejarah Cina karena banyak hal diantaranya :

Pertama : adanya perluasan wilayah kekuasaan Han berkat adanya ekspedisi Jendral Pan Cha’o yang dikirim Ming Ti untuk mengadakan persekutuan dengan kawan – kawan bangsa Hsiung Nu, yang kemudian berhasil menguasai asia tengah termasuk juga Turkistan.

Kedua : Masa pemerintah Ming Ti agama Buddha masuk ke Cina. Menurut cerita dalam suatu mimpi kaisar melihat seorang berbadan emas terbang masuk ke halaman istana. Perawakan orang itu tinggi, dan dari kepala memancar sinar terang. Keesok harinya Kaisar Ming Ti menceritakan mimpinya kepada menteri – menterinya. Salah satu orang dari mereka menerangkan bahwa di sebelah barat berdiam seorang sakti bernama Buddha, tingginya 16 kaki (sekitar 4.8768m ) dan tubuhnya berwarna emas. Ming Ti mengirim utusan ke India untuk mendapatkan Sang Buddha itu. Utusan itu kembali dengan membawa 2 orang pendeta Buddha dan buku – buku suci agama Buddha yang dibawa oleh seekor kuda putih. Untuk tempat tinggal kedua buddhis itu, Ming Ti kemudian mendirikan “Kuil Kuda Putih” pada 68 M.

Walaupun ajaran Buddha telah masuk ke Cina pada masa pemerintahannya, akan tetapi Ming Ti, sebagaimana juga penggantinya Chang Ti (78-88M) terkenal sebagai pelindung ajaran confusius. Setelah Chang Ti meninggal, Han Timur makin lemah dan makin mundur. Banyak kaisar yang hanya sebagai boneka, akibatnya timbullah kekacauan – kekacauan yang membawa keruntuhan bagi Dinasti Han. Zaman Tiga Kerajaan dan Enam Dinasti

Runtuhnya Dinasti Han membawa akibat – akibat yang menyedihkan dalam sejarah cina. Cina mengalami perpecahan, di mana antara kerajaan yang satu dengan yang lain saling menyerang. Dalam masa kacau ini, di Cina berdiri Tiga Kerajaan yang bersamaan dengan Zaman Enam Dinasti yang saling berperang, sehingga masa ini disebut “zaman kegelapan bagi Cina”

a. Zaman Tiga Kerajaan
- Kerajaan Wei (220 – 265 M)
- Kerajaan Shu (221 – 263 M)
- Kerajaan Wu (222 – 280 M)

b. Zaman Enam Dinasti
- Dinasti Chin (265 – 317 M)
- Dinasti Chin Timur (317 – 420 M)
- Dinasti Liu Sung (420 – 479 M)
- Dinasti Liu Sung (479 – 502 M)
- Dinasti Liang (549 – 557 M)

0 Response to "Dinasti Han"

Posting Komentar

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel