Daerah Aliran Sungai (DAS)

Hidrografi
Banyak sedikitnya aliran air di sungai dipengaruhi oleh :
  1. Intensitas curah hujan
  2. Durasi Hujan
  3. Penguapan
  4. Koefisien Limpasan
  5. Faktor DAS (luas dan bentuk)
Koefisien limpasan dipengaruhi oleh :
  1. Intensitas curah hujan
  2. Durasi hujan
  3. Kondisi geologi
  4. Kemiringan lereng
  5. Vegetasi penutup
Sketsa orde sungai menurut Strahler (Soewarno 1991)

A. Berdasarkan Asal atau sumber Airnya

  1. Sungai yang Bersumber dari Mata Air Sungai semacam ini biasanya terdapat di daerah yang mempunyai curah hujan sepanjang tahun dan alirannya tertutup vegetasi. 
  2. Sungai yang Bersumber dari Air Hujan Sungai hujan yaitu sungai yang airnya bersumber dari air hujan. Sungai di Indonesia pada umumnya termasuk sungai jenis ini, sebab wilayah Indonesia beriklim tropis dan banyak turun hujan. 
  3. Sungai Gletser,Sungai gletser yaitu sungai yang sumber airnya berasal dari pencairan es. Sungai jenis ini biasanya hanya terdapat di daerah dengan ketinggian di atas 5.000 m dari permukaan laut. 
  4. Sungai Campuran, Sungai campuran yaitu sungai yang sumber airnya berasal dari air hujan dan pencairan es. Contoh sungai campuran di Indonesia adala Sungai Memberamo dan Sungai Digul di Papua.

B. Berdasarkan Letak Aliran Sungai
Berdasarkan letak alirannya, sungai dibedakan menjadi tiga macam, sebagai berikut.
  1. Sungai yang seluruhnya mengalir di permukaan. 
  2. Sungai yang seluruhnya mengalir di bawah permukaan tanah,dinamakan sungai di bawah tanah, seperti yang terdapat di daerah kapur (karst). 
  3. Sungai yang sebagian alirannya di permukaan dan sebagian lagi di bawah permukaan tanah.

C. Berdasarkan Arah Aliran Airnya
Berdasarkan arah aliran airnya terkait dengan posisi kemiringan perlapisannya dan tektonik adalah sebagai berikut.
  1. Sungai konsekuen adalah sungai yang arah aliran airnya searah dengan kemiringan lerengnya. 
  2. Sungai subsekuen adalah sungai yang arah aliran airnya tegak lurus dengan sungai konsekuen. 
  3. Sungai resekuen adalah sungai yang arah aliran airnya sejajar dengan sungai konsekuen. 
  4. Sungai obsekuen adalah sungai arah aliran airnya berlawanan dengan sungai konsekuen. 
  5. Sungai anteseden/epigenesa adalah sungai yang kekuatan erosi ke dalamnya mampu mengimbangi pengangkatan daerah yang dilaluinya. 
  6. Sungai reverse adalah sungai yang kekuatan erosi ke dalammya tidakmampu mengimbangi pengangkatan daerah yang dilaluinya. Olehkarena itu arah aliran sungai ini berbelok menuju ke tempat lain yang lebih rendah.
Sungai epigenesa

Ada beberapa pola aliran sungai, antara lain sebagai berikut.
  1. Pola dendritik ialah pola aliran sungai yang anak-anak sungainya bermuara pada sungai induk secara tidak teratur. Pola aliran ini terdapat di daerah yang batuannya homogen dan lerengnya tidak begitu terjal. 
  2. Pola trellis ialah suatu pola aliran sungai yang sungai-sungai induknya hampir sejajar dan anak-anak sungainya. Anak-anak sungai ini hampir membentuk sudut 90° dengan sungai induknya. 
  3. Pola rectangular ialah suatu pola aliran sungai yang terdapat di daerah yang berstruktur patahan. Pola aliran air membentuk sudut siku-siku. 
  4. Pola radial sentrifugal ialah suatu pola aliran sungai yang arahnya menyebar. Pola aliran ini terdapat di kerucut gunung berapi atau dome yang berstadium muda, pola alirannya menuruni lereng-lereng pegunungan. 
  5. Pola radial sentripetal ialah pola aliran sungai yang arah alirannya menuju ke pusat. Pola aliran ini terdapat di daerah-daerah cekungan. 
  6. Pola paralel ialah pola aliran sungai yang arah alirannya hampir sejajar antara sungai yang satu dengan sungai yang lain. Pola aliran ini terdapat di daerah perbukitan dengan lereng yang terjal
Delta
Terbentuk akibat pengaruh erosi sungai yang membawa material-material tanah, kemudian mengendapkannya di daerah muara sebagai sedimen. Secara bertahap sedimen itu membentuk pulau di muara sungai. Lama kelamaan daerah endapan tersebut menjadi sangat luas berupa dataran rendah yang disebut dataran alluvial.

Syarat-syarat terbentuknya suatu delta antara lain:
  1. ada sungai yang menuju laut atau danau, 
  2. tidak ada gerakan tektonik yang menyebabkan penurunan dasar laut atau 
  3. danau di muara sungai, 
  4. laut sebagai muara dari sungai relatif dangkal, 
  5. lemahnya arus pasang surut, 
  6. gelombang atau arus laut yang ada sangat kecil, serta 
  7. material batuan yang diendapkan di muara laut atau danau cukup besar

Daerah Aliran Sungai (DAS)

DAS atau daerah aliran sungai adalah sebuah sungai beserta anak-anak sungainya yang ada pada suatu daerah, atau wilayah tampungan air yang masuk ke wilayah air sungai yang lebih besar dan berakhir pada suatu muara. Contoh DAS antara lain DAS Kapuas, DAS Serayu, dan DAS Cimanuk. Suatu daerah aliran sungai bisa dibagi menjadi tiga bagian, yaitu daerah aliran hulu, daerah alur tengah, dan daerah aliran hilir.

Keuntungan Keberadaan Sungai
Keuntungan dari keberadaan sungai antara lain sebagai berikut.
  1. Sumber air bagi pertanian atau irigasi dan usaha perikanan darat. 
  2. Tempat pengembangbiakan dan penangkapan ikan guna memenuhi 
  3. kebutuhan manusia akan protein hewani. 
  4. Sumber tenaga untuk pembangkit listrik tenaga air (PLTA). 
  5. Tempat rekreasi, misalnya melihat keindahan air terjun dan bendungan. 
  6. Untuk kehidupan sehari-hari bagi penduduk yang tinggal di tepi sungai. 
  7. seperti mencuci, mandi, dan membersihkan perabot rumah tangga. 
  8. Tempat berolahraga seperti arung jeram dan dayung.

Kerugian Keberadaan Sungai
Selain beberapa manfaat di atas, sungai dapat mendatangkan kerugian bagi kehidupan manusia terutama yang tinggal di sekitar aliran sungai. Kerugiankerugian itu adalah sebagai berikut.
  1. Sebagai media penyebaran bibit penyakit, seperti kolera, disentri, dan lain-lain. Bibit penyakit disebarkan melalui air apabila air sungai digunakan untuk keperluan hidup sehari-hari. 
  2. Dapat menyebabkan polusi air, terutama sungai-sungai yang penuh dengan sampah. 
  3. Dapat menimbulkan banjir dan mendatangkan kerugian yang cukup besar bagi manusia.

Pengukuran aliran sungai
Pengukuran aliran sungai meliputi:
  • Pengukuran tinggi muka air 
  • Pengukuran debit aliran 
  • Pengukuran sedimen

Tinggi muka air diukur dari dasar nol (datum nol) atau tepat pada permukaan air dengan debit aliran nol. Dasar nol tsb ditandai sebagai titik trianggulasi atau bankmark

Hasil pengukuran aliran
1. Aliran Sungai:
  • Debit maksimum tahunan 
  • Debit minimum tahunan 
  • Debit rata-rata harian dan bulanan 
  • Volume aliran tahunan dan bulanan 
  • Karakteristik hidrograf banjir

2. Kualitas Sedimen
  • Debit suspensi 
  • Debit muatan dasar 
  • Debit sedimen total

Danau
Tipe-tipe danau antara lain sebagai berikut.
  1. Danau vulkanik atau danau kawah, merupakan danau yang terbentuk akibat peristiwa vulkanisme. Contoh: Danau Kelimutu di Flores, Danau Segara Anak di NTB, dan Danau Kawah Kelud di Jawa Timur. 
  2. Danau tektonik, adalah danau yang terjadi karena peristiwa tektonik. Contoh: Danau Poso dan Danau Towuti di Sulawesi, Danau Singkarak di Sumatera. 
  3. Danau tektovulkanik, terjadi karena tenaga tektonik dan vulkanik. Contoh: Danau Toba, Danau Ranau, dan Danau Kerinci. 
  4. Danau karst adalah danau yang terdapat di pegunungan kapur berupa dolina dan uvala, terjadi karena proses pelarutan kimia. 
  5. Danau glasial adalah danau yang terjadi karena erosi glasial pada zaman es dilluvium. Contoh: Danau Michigan, Danau Superior, dan Danau Ontario, semuanya terdapat di perbatasan Amerika Serikat dan Kanada. 
  6.  Danau bendungan, terjadi karena terbendungnya aliran sungai oleh lava, akibat letusan gunung api. Contoh: Danau Air Tawar di Aceh, Danau Tondano di Sulawesi Utara. 
  7. Danau buatan, merupakan aliran sungai yang dibendung, disebut juga waduk. Contoh: Waduk Gajah Mungkur di Wonogiri, 

0 Response to "Daerah Aliran Sungai (DAS)"

Posting Komentar

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel